Manchester City Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Keuangan Rp21,3 Triliun

Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan awal dalam kasus pelanggaran finansial yang disebut berdampak lebih dari Rp21,3 triliun selama sembilan musim.

Imam Adam
Imam Adam
Manchester City Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Keuangan Rp21,3 Triliun

Manajer Manchester City, Enzo Maresca, menyaksikan pertandingan sepak bola FA Community Shield Inggris antara Arsenal dan Manchester City di Principality Stadium, Cardiff, Wales Selatan, pada 16 Agustus 2026. (352_IDN/ Imam Adam)

Manchester City dinyatakan bersalah atas pelanggaran serius terhadap regulasi finansial Premier League setelah Komisi Independen menyelesaikan pemeriksaan terhadap kasus yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Dalam keputusan yang dirilis pada 29 September 2026, Komisi Independen menemukan adanya sejumlah kesepakatan komersial yang disebut sebagai "sham contracts", yakni kontrak yang tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya antara pihak-pihak yang terlibat.

Skema tersebut berlangsung selama sembilan musim, mulai 2009/10 hingga 2017/18. Premier League menyatakan pengaturan tersebut berdampak terhadap kondisi keuangan Manchester City dengan nilai lebih dari 900 juta poundsterling atau sekitar Rp21,3 triliun.

Menurut temuan Komisi Independen, sejumlah kesepakatan tersebut digunakan untuk meningkatkan pendapatan klub sekaligus mengurangi biaya yang tercatat. Dengan cara tersebut, kondisi keuangan Manchester City terlihat seolah-olah memenuhi batas yang ditetapkan dalam regulasi finansial Premier League dan UEFA.

Berita Terkait