Bandara Riyadh Ditutup Usai Serangan Rudal, FIFA Matchday Timnas Indonesia vs Yordania dan Kuwait Terancam Berubah
Penutupan Bandara Riyadh akibat serangan rudal dan drone meningkatkan kekhawatiran terhadap FIFA Matchday Timnas Indonesia melawan Yordania dan calon lawan kedua, Kuwait, pada November 2026, tetapi PSSI belum mengumumkan pembatalan resmi.

Skuad Timnas Indonesia dalam pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Senin (5/10/2026). (352_IDN/Imam Adam)
Rencana Timnas Indonesia menjalani dua pertandingan uji coba di kawasan Timur Tengah pada FIFA Matchday November 2026 menghadapi ketidakpastian setelah situasi keamanan di kawasan tersebut memburuk. Penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menyusul serangan rudal dan drone yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman, menjadi salah satu faktor yang menambah kekhawatiran terhadap perjalanan dan keselamatan tim. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa federasi sedang mengevaluasi berbagai kemungkinan, termasuk mencari lawan alternatif di luar Timur Tengah apabila kondisi keamanan tidak memungkinkan.
imnas Indonesia menghadapi kemungkinan perubahan agenda FIFA Matchday November 2026 setelah situasi keamanan di Timur Tengah memanas dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, ditutup sementara akibat rangkaian serangan rudal dan drone yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman. Berdasarkan laporan Reuters pada 12 Oktober 2026, otoritas Arab Saudi memperpanjang penutupan bandara tersebut hingga 17 Oktober untuk memastikan keamanan serta kesiapan operasional fasilitas penerbangan, sementara sejumlah maskapai internasional membatalkan atau menyesuaikan jadwal penerbangan menuju Riyadh dan kota-kota lain di Arab Saudi.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran karena Timnas Indonesia berencana menjalani pertandingan tandang di kawasan Timur Tengah pada jeda internasional FIFA, yang berlangsung pada 9–17 November 2026, sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Salah satu pertandingan yang sudah diumumkan oleh Federasi Sepak Bola Yordania adalah duel melawan Indonesia pada 13 November 2026 di Stadion Internasional Amman, Yordania, sedangkan untuk pertandingan kedua, Kuwait disebut sebagai salah satu calon lawan, tetapi kepastian laga tersebut masih menunggu pengumuman resmi PSSI.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir pada Selasa, 13 Oktober 2026, menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan sejumlah opsi untuk menyesuaikan agenda pertandingan karena kondisi keamanan di kawasan tersebut cukup mengkhawatirkan. Erick menegaskan bahwa keselamatan pemain dan staf pelatih menjadi prioritas sehingga PSSI tidak akan memaksakan pertandingan di wilayah yang dinilai tidak kondusif. Apabila situasi terus memburuk, PSSI membuka kemungkinan mencari lawan tanding dari negara lain di luar Timur Tengah, meskipun langkah tersebut tidak mudah karena waktu persiapan semakin dekat dan federasi harus menyesuaikan jadwal serta kesepakatan dengan calon lawan.
Rencana awal untuk menggelar pertandingan di Timur Tengah sendiri memiliki tujuan khusus, yakni memberikan kesempatan kepada para pemain untuk merasakan kondisi cuaca, atmosfer stadion, perjalanan, serta tantangan logistik yang mungkin mereka hadapi ketika tampil di Piala Asia 2027. Karena itu, perubahan lokasi atau lawan uji coba dapat memengaruhi perencanaan teknis pelatih John Herdman, yang membutuhkan pertandingan internasional berkualitas untuk mengevaluasi kekuatan tim sebelum turnamen dimulai. Meski demikian, penutupan bandara di Riyadh tidak otomatis berarti pertandingan Indonesia melawan Yordania atau calon lawan kedua akan dibatalkan, sebab lokasi pertandingan yang direncanakan berada di Amman dan keputusan mengenai agenda Timnas Indonesia tetap bergantung pada perkembangan keamanan regional serta hasil koordinasi PSSI dengan federasi terkait.
Hingga laporan terbaru pada 13 Oktober 2026, belum ada pengumuman resmi bahwa pertandingan Indonesia melawan Yordania dibatalkan, begitu pula belum ada kepastian bahwa pertandingan kedua melawan Kuwait akan berlangsung sesuai rencana. PSSI masih memantau perkembangan situasi dan menyiapkan alternatif agar Timnas Indonesia tetap dapat menjalani pertandingan tandang pada FIFA Matchday November. Keputusan akhir akan menjadi penting karena periode tersebut merupakan salah satu kesempatan terakhir bagi Herdman untuk mematangkan komposisi pemain, menguji strategi, serta memperbaiki kekurangan tim sebelum Indonesia menghadapi persaingan berat di Piala Asia 2027.




