Pemain Timnas Laos Ditangkap, Diduga Terlibat Pengaturan Skor di Piala AFF 2026
Pemain Timnas Laos Soukphachan Lueanthala dilaporkan ditangkap terkait dugaan pengaturan skor Piala AFF 2026, menyusul penyelidikan federasi atas dugaan suap dan perjudian ilegal.

Logo turnamen ASEAN CHAMPIONSHIP 2026 24 Juli - 26 Agustus 2026 (352_IDN/Imam Adam).
Kasus dugaan pengaturan skor atau match fixingmengguncang sepak bola Laos setelah pemain tim nasional mereka, Soukphachan Lueanthala, dilaporkan ditangkap terkait dugaan manipulasi pertandingan di Piala AFF 2026. Kabar ini mencuat setelah Federasi Sepak Bola Laos (LFF) melakukan penyelidikan atas dugaan suap, perjudian ilegal, dan pengaturan hasil pertandingan yang melibatkan sejumlah pihak.
Soukphachan Lueanthala, pemain sayap Timnas Laos yang juga memperkuat klub Salavan United, dilaporkan ditangkap pihak berwenang karena diduga terlibat dalam praktik pengaturan skor selama Piala AFF 2026. Berdasarkan laporan The Guardian yang dikutip detikSport, ia diduga menjadi penghubung antara pihak-pihak yang terlibat dalam operasi tersebut sekaligus memberikan instruksi kepada rekan setimnya untuk memanipulasi pertandingan.
Dugaan tersebut menjadi sorotan setelah Timnas Laos mengalami hasil buruk sepanjang turnamen dengan menelan empat kekalahan beruntun di fase grup. Laos dihajar Thailand dengan skor 0-5, kalah 0-4 dari Malaysia, tumbang 1-4 dari Filipina, dan kemudian dibantai Myanmar dengan skor 2-7. Meski hasil tersebut memicu perhatian publik, kekalahan telak semata tidak dapat dijadikan bukti bahwa pertandingan telah diatur.
Federasi Sepak Bola Laos dilaporkan telah memulai penyelidikan pada 7 Agustus 2026 sebelum menyerahkan kasus dugaan suap, perjudian ilegal, dan manipulasi pertandingan kepada kepolisian. Namun, hingga berita tersebut diterbitkan pada 9 Oktober 2026, penangkapan Lueanthala belum dikonfirmasi secara resmi oleh LFF maupun kepolisian Laos, sementara Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga belum memberikan pernyataan terkait kasus tersebut.
Kasus ini kembali menyoroti persoalan pengaturan skor dalam sepak bola Laos, yang disebut-sebut berkaitan dengan kondisi finansial pemain yang kurang memadai. Seorang sumber yang memahami situasi sepak bola Laos mengungkapkan bahwa pemain tim nasional pernah menerima bayaran sekitar 10 dolar AS per hari, sedangkan seorang pemain diklaim pernah memperoleh 10.000 dolar AS untuk mengatur satu pertandingan. Laos sendiri memiliki riwayat kasus serupa, termasuk hukuman larangan bermain seumur hidup terhadap kiper Thipphonexay Inthavongsa pada 2020 atas keterlibatannya dalam manipulasi pertandingan internasional pada 2017.




